Lumajang,ptindomediajaya.blogspot.com-Suasana Ramadan di menghadirkan nuansa baru. Di tengah keramaian warga yang menunggu waktu berbuka, tampak banyak pengunjung yang memanfaatkan gawai untuk mengikuti berbagai aktivitas positif secara daring.
Ngabuburit kini tidak hanya identik dengan berburu takjil atau bersantai bersama keluarga. Kehadiran wifi publik gratis dari dari Pemerintah Kabupatem Lumajang membuka ruang baru bagi masyarakat untuk mengisi waktu dengan kegiatan yang lebih produktif dan bernilai ibadah.
Empat titik layanan internet yang tersebar di area strategis alun-alun memungkinkan masyarakat menikmati akses jaringan yang stabil. Dengan jangkauan luas, fasilitas ini dapat dimanfaatkan oleh pelajar, pekerja, hingga keluarga yang beraktivitas di ruang terbuka.
Menjelang waktu Magrib, sejumlah pengunjung terlihat mengikuti kajian Ramadan melalui platform digital. Ada pula yang membaca Al-Qur’an digital, mendengarkan murottal, atau menyimak tausiyah singkat sambil menunggu azan berkumandang.
Kepala Diskominfo Lumajang, Mustaqim, menyampaikan bahwa penyediaan wifi publik merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus mendorong pemanfaatan ruang publik secara lebih positif.
Menurutnya, Ramadan menjadi momentum yang tepat untuk mengarahkan penggunaan teknologi pada aktivitas yang membangun karakter dan memperkuat nilai spiritual.
Selain mendukung kegiatan keagamaan, fasilitas ini juga dimanfaatkan pelajar untuk mengerjakan tugas sekolah dan mencari referensi pembelajaran. Sebagian pekerja pun tetap dapat menyelesaikan pekerjaan ringan dari ruang terbuka.
"Perubahan ini menunjukkan bahwa ruang publik dapat berkembang menjadi ruang belajar dan berbagi pengetahuan yang inklusif bagi semua kalangan," terang Mustaqim dalam keteranganya, Senin sore (23/2/2026).
Keberadaan wifi gratis juga membantu masyarakat yang memiliki keterbatasan kuota internet, sehingga tetap dapat mengakses informasi dan konten edukatif selama Ramadan.
Salah satu pengunjung, Siti Aisyah (39), mengaku merasakan manfaat langsung dari fasilitas tersebut. Ia kerap datang bersama anaknya untuk menunggu waktu berbuka sambil mengikuti kajian daring.
“Biasanya kalau ngabuburit hanya jalan-jalan saja. Sekarang bisa ikut kajian online dan anak saya juga bisa belajar. Waktunya jadi lebih bermanfaat,” ujarnya.
Ia menambahkan, akses internet gratis sangat membantu, terutama bagi keluarga yang harus mengatur penggunaan kuota di rumah.
Namun demikian, masyarakat tetap diimbau menggunakan fasilitas tersebut secara bijak dan menghindari aktivitas yang tidak produktif.
Pemanfaatan teknologi secara sehat diharapkan menjadi bagian dari budaya digital masyarakat, khususnya di bulan suci yang identik dengan pengendalian diri dan peningkatan kualitas ibadah.
Melalui fasilitas ini, waktu menunggu berbuka tidak lagi terasa sekadar jeda, tetapi menjadi ruang refleksi, belajar, dan memperkuat nilai spiritual.
Di tengah perkembangan teknologi, Ramadan di pun menghadirkan wajah baru, lebih terkoneksi, lebih produktif, dan tetap hangat dalam semangat kebersamaan serta peningkatan kualitas ibadah.(Win)




0 comments:
Posting Komentar